![]() |
| Suasan haru 2 nelayan asal Batam saat bertemu keluarga setelah sesampai ke tanah air. (Foto: Dok. Kanalbatam.com) |
Selama menunggu proses administrasi dan koordinasi antarinstansi, kedua nelayan yang menggunakan perahu bermesin 250 PK itu ditampung sementara di Tempat Singgah Sementara (TSS) KJRI Johor Bahru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keselamatan serta pemulihan keduanya sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Proses pemulangan dilakukan melalui mekanisme serah terima di laut atau rendezvous di titik koordinat perbatasan perairan Indonesia-Malaysia yang telah disepakati bersama. Dalam proses tersebut, Satgas Pelindungan WNI KJRI Johor Bahru bekerja sama dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia Zona Tanjung Sedili untuk mengawal keberangkatan kedua nelayan menuju garis sempadan kedua negara.
Setibanya di titik perbatasan, proses serah terima dilakukan secara resmi oleh perwakilan KJRI Johor Bahru kepada personel Satuan Polairud Polresta Barelang yang menggunakan Kapal Patroli Petir-28-1001.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam proses pelindungan dan pemulangan tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada APMM Negeri Johor dan APMM Zona Tanjung Sedili, Satpolairud Polresta Barelang, Polda Kepri, KPLP Batam, KSOP Batam, hingga Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.
“Sinergi yang kuat antarinstansi ini memastikan proses pelindungan dan fasilitasi pemulangan warga negara kita dapat berjalan dengan cepat, aman, dan lancar,” ujar Konsul Jenderal RI Johor Bahru.
Kini kedua nelayan beserta perahunya telah kembali ke Batam dengan selamat. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya koordinasi lintas batas antara Indonesia dan Malaysia dalam menangani kondisi darurat yang dialami nelayan tradisional di wilayah perbatasan. (*)

