![]() |
| Keceriaan Amsakar-Li Claudia bersama Buruh Batam, MayDay Diisi Aksi Positif. (Foto: Mc) |
Kegiatan diawali dengan agenda bertajuk “Batam Bersih: Pekerja Peduli Lingkungan” yang diinisiasi DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau di Dataran Engku Putri. Dalam kegiatan tersebut, Amsakar dan Li Claudia bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas armada pengangkut sampah sebagai simbol kepedulian para pekerja terhadap kebersihan dan lingkungan Kota Batam.
Usai kegiatan tersebut, peringatan May Day berlanjut di kawasan Welcome to Batam yang diselenggarakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Dalam sambutannya, Amsakar memberikan apresiasi tinggi kepada para buruh dan serikat pekerja di Batam yang dinilai mampu menjaga stabilitas daerah melalui pendekatan yang positif dan konstruktif.
“Serikat pekerja dan para aktivis buruh di Batam merupakan mitra strategis pemerintah. Setiap peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif, seperti penanaman mangrove dan aksi peduli lingkungan. Ini menunjukkan buruh Batam cerdas dan mengedepankan sinergi,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penetapan Upah Minimum Kota (UMK), selalu dilakukan melalui dialog yang mengakomodasi kepentingan pekerja maupun pengusaha.
Menurutnya, penetapan UMK terakhir menjadi salah satu yang paling kondusif, termasuk keberhasilan dalam menentukan upah sektoral melalui komunikasi dan kesepahaman berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra. Beberapa indikator menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Meski demikian, ia mengakui Batam masih menghadapi tantangan serius akibat tingginya arus migrasi penduduk. Saat ini, Batam masuk dalam lima besar kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia bersama Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.
“Serapan tenaga kerja mencapai 63,4 persen. Namun tingginya arus masuk penduduk membuat angka pengangguran belum turun secara signifikan,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen buruh untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta mendukung iklim investasi yang sehat demi keberlanjutan pembangunan Kota Batam.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh. Semoga peringatan May Day di Batam dapat menjadi contoh nasional, di mana buruh mengedepankan kolaborasi dibandingkan aksi yang kontraproduktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Riau dan Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan serikat pekerja se-Kota Batam. (Mc)

